CERITA
PENA
Oleh:
Andi Purnawan
Menulis
adalah sesuatu yang membosankan bagi sebagian orang. Proses panjang menulis
kadang kala membuat kegiatan menulis menjadi kegiatan yang sekedar dibaca dan
tidak menyenangkan. Pengumpulan ide atau gagasan yang teratur menjadi alasan
seseorang malas untuk menulis. Tulisan yang bagus bukan hanya sekedar tulisan
yang berisi curhatan-curhatan pasaran yang sebagian orang menganggapnya sesuatu
yang terkesan hiperbola. Namun, curhatan seseorang yang ditulis dapat menarik
dan dapat mengundang para pembaca bila tulisan tersebut dirangkai dengan
kaidah-kaidah yang baku dan bernilai sastra. Tidak beda dengan tulisan ilmiah,
artikel, opini atau sejenisnya. Artikel yang dapat membuka mata para pembaca adalah
artikel yang tidak hanya memuat omong kosong belaka. Adanya teori, aplikasi, dan korelasi dengan
persoalan yang ditulis merupakan artikel yang dinomor satukan untuk dibaca.
Saya
bukan orang yang sudah lama berkecipung di dunia kertas dan pena. Menulis
bukanlah keahlian dan hobi saya. Namun, sejak SMP saya tertarik dengan sastra
dan tulisan-tulisan ilmiah. Hingga saat ini, keadaan menuntut saya agar tidak
lepas dari yang namanya menulis. Merangkai kata bukanlah jiwa saya. Kritis dan
teoritis mungkin bukan kepandaian saya. Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu
yang ingin saya sampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti namun dengan
media tulisan. Blog ini merupakan media terdekat saya untuk menulis. Para
pembaca yang budiman, jangan menganggap saya sebagai blogger yang penuh
inspratif dan intuisi. Sama halnya dengan kebanyakan orang yang menulis dengan
mempertimbangkan keadaan dan suasana hati. Mempertimbangkan
keadaan hati? Ya, menulis dengan
hati merupakan energi yang akan membuat sebuah tulisan berkarakter dan natural
karena energi yang diperlukan dan digunakan bersumber dari hati penulisnya,
sehingga tulisan pun memberikan energi berupa kepuasan dan semangat untuk
berkarya bagi penulisnya.
Teringat
akan peribahasa latin yang mengatakan “Verba
Volant Scripta Manent”, yang maknanya “Kata-kata
Lisan Terbang, sementara Tulisan Menetap”. Ucapan seseorang dapat dengan
mudah untuk dilupakan, namun beda dengan tulisan. Tulisan akan selalu tersimpan
dan senantiasa berkesan untuk diingat. Menulis merupakan ajang untuk menuangkan
gagasan dan kosep pikiran yang tidak bisa tersampaikan secara lisan. Dengan
belajar menulis, sama halnya seseorang belajar dan berusaha mengerahkan segenap
pikiran-pikiran cemerlangnya. Blog ini ditujukan untuk saya pribadi yang baru belajar
menulis segala bentuk tulisan dan menggerakan cerita-cerita pena pribadi yang
susah tersampaikan. Blog ini juga saya persilakan untuk teman-teman yang hendak
menuangkan gagasan-gagasan supernya. Tanpa bantuan kalian terutama bagi
pembaca, blog seperti ini mati tak berpenghuni. Tulisan dan gagasan menarik kalian,
saya tunggu di blog ini. Salam literasi.
Terkadang ketika ucapan tak mampu menyampaikan hanya dengan aksara aku mengadu tentangnya padaNya. Wkwks
BalasHapusBenar sekali..
BalasHapusKebanyakan,orang² ingin mengutarakan isi hati namun dengan penempatan Dan perkataan yang salah. Jika ingin menuangkan isi hati Dan cerita hidup lewat blog seperti mas Andi, Menurut mas Andi bagaimana langkah pertama yang dapat ditempuh untuk memulai menulis di blog?
BalasHapusTerima kasih kak. Ya, benar sekali. Terkadang orang menulis ingin mengutarakan isi hatinya. Tulisan di blog adalah tulisan yang bersifat publikasi, untuk itu perlunya kaidah-kaidah yang dapat diterima semua orang. Untuk tulisan yang berisi curahan hati saran saya seperti di atas jangan terkesan hiperbola dan pasaran. Alangkah lebih baiknya curhatan dapat ditulis dalam bentuk sastra, seperti cerita, motivasi, opini. Selain menarik tentu pembaca dapat seolah-olah masuk ke dalam tulisan penulis. Sedangkan untuk blog yang berisi artikel ilmiah tentu harus bersifat teoritis dan aplikatif terhadap permasalahan yang ditulis. Jangan lupa menggunakan referensi yang bagus. Semangat. Salam sukses. Andi P.
HapusTerimakasih atas balasannya mas Andi
BalasHapusGood job, selamat Menulis Mas Andi
BalasHapus