Oleh: Andi Purnawan
Setiap
orang memiliki naluri sebagai individu yang perasa. Berbagai aktivitas,
keadaan, maupun fenomena sosial memengaruhi kondisi mental seseorang. Aktivitas
yang mendukung dan sesuai dengan harapan tentu menimbulkan perasaan lega yang
menyenangkan. Namun, hal tersebut tentu tidak akan berlangsung terus menerus.
Kondisi sosial yang bertolak belakang dengan harapan kita tentu tidak bisa
ditolak. Kondisi semacam itu terkadang membuat seseorang memiliki rasa insecurity. Insecurity atau istilah
lainnya ketidakamanan terjadi di saat seseorang merasa khawatir, malu, dan
tidak percaya diri yang berlebihan. Ketidakamanan tersebut tentu muncul di
berbagai tahap golongan usia. Namun, rentang perkembangan yang mudah mengalami insecurity secara berlebihan adalah dari
kalangan usia remaja.
Remaja
merupakan masa dimana seseorang mencari jati diri dan ingin selalu memperoleh
penerimaan di lingkungannya. Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri
yang burupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa perannya dalam
masyarakat (Hurlock, 2006). Hal tersebut dapat menimbulkan rasa insecurity jika lingkungan belum bisa
menerima dirinya. Pada umumnya, kondisi remaja seperti ini sering dicap
masyarakat sebagai orang yang mudah baperan.
Saat seseorang mendengar ucapan tersebut, insecurity
pada dirinya semakin bertambah, hal ini jika dibiarkan saja tentu sangat tidak
baik untuk kesehatan mentalnya. Bahkan terdapat pula kondisi dimana seseorang
tidak bisa mengenali bahwa dirinya sedang merasakan ketidakamanan.
Penyebab
insecurity pada seseorang khususnya
remaja sangatlah beragam. Pertama,
adanya trauma di masa lalu. Remaja yang pernah mengalami trauma di di masa
lampaunya sering kali memiliki reaksi yang lebih intens ketika mereka merasa
ada hal yang meningkatkan mereka atas masa lampaunya. Kedua, pergaulan yang buruk. Remaja yang baikyang baik bisa terbawa
arus dan memaksakan diri mereka untuk bergaul yang didasari oleh gengsi,
sehingga mereka tidak bisa menjadi dirinya sendiri. Ketiga, ekspektasi yang tinggi. Terlalu overthinking dan menyalahkan dirinya sendiri jika harapan-harapan
mereka tidak sesuai menyebabkan insecure.
Keempat, komentar negatif. Banyak
remaja yang menyakiti dirinya sendiri karena mendapat komentar dan kritikan negatif
terhadap dirinya.
Insecurity
yang mengendap lama dan malah dibiarkan hingga seseorang tidak mau keluar dari
zona tersebut tentu berdampak serius terhadap kesehatan mentalnya. Seseorang
yang merasa insecure berlebihan akan
merasa rendah diri. Seseorang mejadi kurang percaya diri akan segala citra yang
dimilikinya. Mengalami takut yang berlebihan sehingga seorang remaja akan
membatasi diri dan menjadi pribadi yang anti sosial. Akibat lain yang dirasa
seseorang yaitu sikap yang sering membandingkan diri dengan orang lain. Citra
diri yang rendah menjadikan orang lain sebagai standar kesempurnaan. Saat
seseorang merasa lebih buruk dengan orang lain maka tingkat insecure pada dirinya semakin meningkat.
Dampak yang lebih serius akibat dari insecurity
adalah memicu seseorang untuk bunuh diri. Hal tersebut didasari karena
seseorang sudah tidak memiliki harapan kebahagiaan.
Mengatasi Insecurity
Insecurity
yang berlebihan yang tidak segera diatasi akan membentuk suatu mental illness. Mental illness tersebut
merupakan penyakit mental yang serius dan dapat merenggut nyawa remaja. Sebelum
mengatasi insecurity tentu kita harus mengerti dan benar-benar menyadari bahwa
diri kita mengalami ketidakamanan. Kita sendiri yang harus mengenali semuanya.
Sebab, status kesehatan mentalkita adalah tanggug jawab kita sendiri bukan
bukan orang lain (Shinta, Widiantoro & Yosef, 2015). Lalu, bagaimana cara
kita untuk mengatasi diri saat merasa insecurity?
Saat seseorang mengalami insecure, hal utama yang perlu diingat adalah
selalu bepikir positif. Berpikir positif membantu seseorang dalam memberikan
sugesti positif pada diri saat menghadapi kegagalan, saat berperilaku tertentu,
dan membangkitkan motivasi (Hill & Ritt, 2004). Berpikir positif juga dapat
menjadi refleksi terhadap segala kondisi dan keadaan yang merupakan suatu
proses pendewasaan bagi seorang remaja. Agaknya dengan begitu seseorang juga
dapat berhenti menyalahkan keadaan bahkan dirinya sendiri serta tidak
membandingkan diri dengan orang lain.
Hindari orang-orang yang membuat
insecure. Sosialisai memanglah penting, tapi menjaga diri dari orang-orang yang
memicu ketidakamanan jiwa merupakan langkah yang perlu dilakukan. Tidak hanya
di dunia nyata, namun mengurangi aktivitas di dunia maya serta menyaring hal-hal
yang positif serta tidak perlu terlalu memikirkan komentar-komentar negatif
dari orang lain adalah cara seseorang agar pikirannya tidak tertumpuk dengan
pendapat-pendapat buruk dari orang lain. Selain itu, seorang remaja tidak bisa
terus-terusan terkurung. Sebab itu, selalu lakukan hal yang membuat bahagia.
Temukan kebahagiaan diri, karena dengan itu kondisi insecurity yang ada pada diri, perlahan akan meghilang tergantung
motivasi yang ada dalam diri seseorang.
Remaja merupakan fase antara
anak-anak dan dewasa. Pencarian jati diri dan pengakuan orang lain merupakan
salah satu tugas perkembangannya. Jangan sampai hanya karena faktor tertentu membuat
seseorang menjadi insecure. Jika
semasa remaja tidak mau keluar dari zona tersebut, tentu akan memengaruhi
proses penghargaan dirinya kelak. Meningkatkan rasa percaya diri, mencari
lingkungan yang mendukung, serta sering meminta pendapat dari orang-orang
terdekat, akan menjadikan diri lebih kuat mental. Akhirnya, self love sangatlah penting sebagai
benteng diri seseorang dalam menghalau segala pemicu hadirnya insecurity.
-----
Referensi:
Hill, N. & Ritt, M. J. (2004). Keys to Positive Thinking. Jakarta:
Bhuana Ilmu Populer.
Hurlock, E. (2006). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Shinta, A., Widiantoro, W. & Yosef, L.G.
(2015). Belajar menjadi pemimpin baik dalam organisasi dengan kepemimpinan
buruk. Prosiding. Seminar Nasional
Psikologi dan Kemanusiaan: Perkembangan Manusia dan Kesejahteraan Psikologi.
Program Studi Magister Psikologi DPPS Universitas Muhammidayah Malang. 13-14
Januari 2015.








