Kamis, 23 April 2020

WELCOME TO MY BLOGSPOT CHANNEL


CERITA PENA

Oleh: Andi Purnawan


Menulis adalah sesuatu yang membosankan bagi sebagian orang. Proses panjang menulis kadang kala membuat kegiatan menulis menjadi kegiatan yang sekedar dibaca dan tidak menyenangkan. Pengumpulan ide atau gagasan yang teratur menjadi alasan seseorang malas untuk menulis. Tulisan yang bagus bukan hanya sekedar tulisan yang berisi curhatan-curhatan pasaran yang sebagian orang menganggapnya sesuatu yang terkesan hiperbola. Namun, curhatan seseorang yang ditulis dapat menarik dan dapat mengundang para pembaca bila tulisan tersebut dirangkai dengan kaidah-kaidah yang baku dan bernilai sastra. Tidak beda dengan tulisan ilmiah, artikel, opini atau sejenisnya. Artikel yang dapat membuka mata para pembaca adalah artikel yang tidak hanya memuat omong kosong belaka.  Adanya teori, aplikasi, dan korelasi dengan persoalan yang ditulis merupakan artikel yang dinomor satukan untuk dibaca.
Saya bukan orang yang sudah lama berkecipung di dunia kertas dan pena. Menulis bukanlah keahlian dan hobi saya. Namun, sejak SMP saya tertarik dengan sastra dan tulisan-tulisan ilmiah. Hingga saat ini, keadaan menuntut saya agar tidak lepas dari yang namanya menulis. Merangkai kata bukanlah jiwa saya. Kritis dan teoritis mungkin bukan kepandaian saya. Saya hanya ingin menyampaikan sesuatu yang ingin saya sampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti namun dengan media tulisan. Blog ini merupakan media terdekat saya untuk menulis. Para pembaca yang budiman, jangan menganggap saya sebagai blogger yang penuh inspratif dan intuisi. Sama halnya dengan kebanyakan orang yang menulis dengan mempertimbangkan keadaan dan suasana hati. Mempertimbangkan keadaan hati?  Ya, menulis dengan hati merupakan energi yang akan membuat sebuah tulisan berkarakter dan natural karena energi yang diperlukan dan digunakan bersumber dari hati penulisnya, sehingga tulisan pun memberikan energi berupa kepuasan dan semangat untuk berkarya bagi penulisnya.
Teringat akan peribahasa latin yang mengatakan “Verba Volant Scripta Manent”, yang maknanya “Kata-kata Lisan Terbang, sementara Tulisan Menetap”. Ucapan seseorang dapat dengan mudah untuk dilupakan, namun beda dengan tulisan. Tulisan akan selalu tersimpan dan senantiasa berkesan untuk diingat. Menulis merupakan ajang untuk menuangkan gagasan dan kosep pikiran yang tidak bisa tersampaikan secara lisan. Dengan belajar menulis, sama halnya seseorang belajar dan berusaha mengerahkan segenap pikiran-pikiran cemerlangnya. Blog ini ditujukan untuk saya pribadi yang baru belajar menulis segala bentuk tulisan dan menggerakan cerita-cerita pena pribadi yang susah tersampaikan. Blog ini juga saya persilakan untuk teman-teman yang hendak menuangkan gagasan-gagasan supernya. Tanpa bantuan kalian terutama bagi pembaca, blog seperti ini mati tak berpenghuni. Tulisan dan gagasan menarik kalian, saya tunggu di blog ini. Salam literasi.

6 komentar:

  1. Terkadang ketika ucapan tak mampu menyampaikan hanya dengan aksara aku mengadu tentangnya padaNya. Wkwks

    BalasHapus
  2. Kebanyakan,orang² ingin mengutarakan isi hati namun dengan penempatan Dan perkataan yang salah. Jika ingin menuangkan isi hati Dan cerita hidup lewat blog seperti mas Andi, Menurut mas Andi bagaimana langkah pertama yang dapat ditempuh untuk memulai menulis di blog?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kak. Ya, benar sekali. Terkadang orang menulis ingin mengutarakan isi hatinya. Tulisan di blog adalah tulisan yang bersifat publikasi, untuk itu perlunya kaidah-kaidah yang dapat diterima semua orang. Untuk tulisan yang berisi curahan hati saran saya seperti di atas jangan terkesan hiperbola dan pasaran. Alangkah lebih baiknya curhatan dapat ditulis dalam bentuk sastra, seperti cerita, motivasi, opini. Selain menarik tentu pembaca dapat seolah-olah masuk ke dalam tulisan penulis. Sedangkan untuk blog yang berisi artikel ilmiah tentu harus bersifat teoritis dan aplikatif terhadap permasalahan yang ditulis. Jangan lupa menggunakan referensi yang bagus. Semangat. Salam sukses. Andi P.

      Hapus
  3. Terimakasih atas balasannya mas Andi

    BalasHapus
  4. Good job, selamat Menulis Mas Andi

    BalasHapus